Page 48 - Kewarganegaraan
P. 48

Model integrasi ketiga ini merupakan proses berintegrasinya bangsa Indonesia
                            sejak bernegara merdeka tahun 1945. Meskipun sebelumnya ada integrasi kolonial,
                            namun integrasi model ketiga ini berbeda dengan model kedua. Integrasi model kedua
                            lebih dimaksudkan agar rakyat jajahan (Hindia Belanda) mendukung pemerintahan
                            kolonial melalui penguatan birokrasi Kolonial dan penguasaan wilayah.
                               Integrasi model ketiga dimaksudkan untuk membentuk kesatuan yang baru yakni
                            bangsa Indonesia yang merdeka, memiliki semangat kebangsaan (nasionalisme) yang
                            baru atau kesadaran kebangsaan yang baru.
                               Model integrasi  nasional  ini  diawali  dengan tumbuhnya kesadaran  berbangsa
                            khususnya pada  diri  orang-orang  Indonesia  yang  mengalami  proses pendidikan
                            sebagai dampak dari politik etis pemerintah kolonial Belanda. Mereka mendirikan
                            organisasi-organisasi pergerakan yang bersifat keagamaan, kepemudaan, kedaerahan,
                            politik, ekonomi perdagangan, dan kelompok perempuan.
                               Para kaum terpelajar ini mulai menyadari bahwa bangsa mereka adalah bangsa
                            jajahan yang harus berjuang meraih kemerdekaan jika ingin menjadi bangsa merdeka
                            dan  sederajat  dengan  bangsa-bangsa  lain.  Mereka  berasal  dari  berbagai  daerah
                            dan suku bangsa yang merasa sebagai satu nasib dan penderitaan sehingga bersatu
                            menggalang kekuatan bersama. Misalnya, Soekarno berasal dari Jawa, Mohammad
                            Hatta berasal dari Sumatera, AA Maramis dari Sulawesi, Tengku Mohammad Hasan
                            dari Aceh.
                         Dalam sejarahnya, penumbuhan kesadaran berbangsa tersebut dilalui dengan tahapan-
                         tahapan sebagai berikut:
                         1) Masa Perintis
                            Masa perintis adalah  masa mulai  dirintisnya  semangat  kebangsaan  melalui
                            pembentukan organisasi-organisasi pergerakan. Masa ini ditandai dengan munculnya
                            pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kelahiran Budi Utomo diperingati
                            sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
                         2) Masa Penegas
                            Masa penegas adalah  masa mulai  ditegaskannya  semangat  kebangsaan pada diri
                            bangsa Indonesia yang ditandai dengan peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober
                            1928. Dengan Sumpah Pemuda, masyarakat Indonesia yang beraneka ragam tersebut
                            menyatakan diri sebagai satu bangsa yang memiliki satu Tanah Air, satu bangsa, dan
                            bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
                         3) Masa Percobaan
                            Bangsa Indonesia melalui organisasi pergerakan mencoba meminta kemerdekaan dari
                            Belanda. Organisasi-organisasi pergerakan yang tergabung dalam GAPI (Gabungan
                            Politik  Indonesia) tahun 1938 mengusulkan  Indonesia Berparlemen. Namun,
                            perjuangan menuntut Indonesia merdeka tersebut tidak berhasil.
                         4) Masa Pendobrak
                            Pada masa  tersebut  semangat  dan gerakan  kebangsaan Indonesia  telah  berhasil
                            mendobrak  belenggu  penjajahan  dan menghasilkan kemerdekaan.  Kemerdekaan
                            bangsa Indonesia diproklamirkan  pada tanggal  17  Agustus 1945. Sejak saat itu
                            bangsa Indonesia  menjadi bangsa merdeka,  bebas, dan sederajat  dengan  bangsa
                            lain. Nasionalisme telah mendasari bagi pembentukan negara kebangsaan Indonesia
                            modern.
                      b.  Membangun argumen tentang jenis, dinamika, dan tantangan integrasi nasional
                         Integrasi dapat berarti penyatuan, pembauran, keterpaduan, sebagai kebulatan dari unsur
                         atau aspek aspeknya. Lalu unsur atau aspek apa sajakah yang dapat disatukan dalam
                         konteks integrasi nasional itu? Dalam hal ini kita dapat membedakan konsep integrasi
                         dalam beberapa jenis yang pada intinya hendak mengemukakan aspek-aspek apa yang

               Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi                 45
               Pendidikan Kewarganegaraan
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53