Page 52 - Kewarganegaraan
P. 52

Bagaimana  mengembangkan  integrasi nasional sebuah bangsa? Howard  Wriggins
                      dalam Yahya Muhaimin & Colin Mc Andrews (1995) menyebut ada 5 (lima) pendekatan
                      atau cara bagaimana  para pemimpin  politik mengembangkan integrasi bangsa. Kelima
                      pendekatan yang selanjutnya kita sebut sebagai faktor yang menentukan tingkat integrasi
                      suatu negara adalah :1) Adanya ancaman dari luar, 2) Gaya politik kepemimpinan,  3)
                      Kekuatan lembaga-lembaga politik, 4) Ideologi Nasional, dan 5) Kesempatan pembangunan
                      ekonomi
                      a.  Adanya ancaman dari luar
                         Adanya ancaman dari luar dapat menciptakan integrasi masyarakat. Masyarakat akan
                         bersatu, meskipun berbeda suku, agama dan ras ketika menghadapi musuh bersama.
                         Contoh, ketika penjajah  Belanda ingin kembali  ke Indonesia, masyarakat  Indonesia
                         bersatu padu melawannya.
                            Suatu bangsa yang sebelumnya berseteru dengan saudara sendiri, suatu saat dapat
                         berintergrasi ketika ada musuh negara yang datang atau ancaman bersama yang berasal
                         dari luar negeri. Adanya anggapan musuh dari luar mengancam bangsa juga mampu
                         mengintegrasikan masyarakat bangsa itu.
                      b.  Gaya politik kepemimpinan
                         Gaya politik para pemimpin bangsa dapat menyatukan atau mengintegrasikan masyarakat
                         bangsa tersebut. Pemimpin yang karismatik, dicintai rakyatnya dan memiliki jasa-jasa
                         besar umumnya mampu menyatukan bangsanya yang sebelumya tercerai berai. Misal
                         Nelson Mandela dari Afrika Selatan. Gaya politik sebuah kepemimpinan bisa dipakai
                         untuk mengembangkan  integrasi  bangsanya.  Adakah pemimpin  kita  yang mampu
                         menyatukan seperti ini?
                      c.  Kekuatan lembaga- lembaga politik
                         Lembaga politik, misalnya birokrasi, juga dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat
                         bangsa. Birokrasi yang satu dan padu dapat menciptakan sisten pelayanan yang sama,
                         baik, dan diterima oleh masyarakat yang beragam. Pada akhirnya masyarakat bersatu
                         dalam satu sistem pelayanan.
                      d.  Ideologi Nasional
                         Ideologi merupakan seperangkat nilai-nilai yang diterima dan disepakati. Ideologi juga
                         memberikan visi dan beberapa panduan bagaimana cara menuju visi atau tujuan itu.
                         Jika suatu masyarakat meskipun berbeda-beda tetapi menerima satu ideologi yang sama
                         maka memungkinkan masyarakat tersebut bersatu.
                         Bagi bangsa Indonesia, nilai bersama yang bisa mempersatukan masyarakat Indonesia
                         adalah Pancasila. Pancasila merupakan nilai sosial bersama yang bisa diterima oleh
                         seluruh masyarakat Indonesia.
                         Nilai-nilai bersama tidak harus berlaku secara nasional. Di beberapa daerah di Indonesia
                         terdapat nilai-nilai bersama. Dengan nilai itu kelompok-kelompok masyarakat di daerah
                         itu bersedia bersatu. Misal “Pela Gandong” sebagai nilai bersama yang dijunjung oleh
                         masyarakat Maluku.
                      e.  Kesempatan pembangunan ekonomi
                         Jika  pembangunan  ekonomi  berhasil  dan  menciptakan  keadilan,  maka  masyarakat
                         bangsa tersebut bisa menerima  sebagai satu kesatuan. Namun jika ekonomi
                         menghasilkan ketidakadilan maka muncul kesenjangan atau ketimpangan. Orang-orang
                         yang dirugikan dan miskin sulit untuk mau bersatu atau merasa satu bangsa dengan
                         mereka yang diuntungkan serta yang mendapatkan kekayaan secara tidak adil. Banyak
                         kasus karena ketidakadilan, maka sebuah masyarakat ingin memisahkan diri dari bangsa
                         yang bersangkutan. Dengan pembangunan ekonomi yang merata maka hubungan dan
                         integrasi antar masyarakat akan semakin mudah dicapai



               Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi                 49
               Pendidikan Kewarganegaraan
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57