Page 73 - Kewarganegaraan
P. 73
2. Analisis Kasus
Presiden Resmikan Pengoperasian Kereta Api Pertama di Sulawesi
• Berita Umum, 29.03.2023. Biro Komunikasi dan Informasi Publik
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Perhubungan Budi
Karya Sumadi meresmikan pengoperasian kereta api Makassar – Parepare lintas
Maros-Barru yang merupakan kereta api pertama di Sulawesi.
Kereta api ini merupakan bagian dari pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi yang
akan menghubungkan antarprovinsi di Sulawesi mulai dari selatan (Makassar) sampai
ke Sulawesi Utara (Manado).
Presiden Jokowi mengatakan, kehadiran kereta api ini diharapkan akan meningkatkan
minat masyarakat di Sulawesi untuk mengutamakan penggunaan angkutan massal.
“Kita harapkan orang tidak berbondong-bondong naik kendaraan pribadi. Dengan
kereta yang nyaman, dingin, dan bersih ini, orang akan berpindah naik kereta sehingga
jalan tidak macet,” ujar Presiden dalam peresmian yang berlangsung di Depo Maros,
Sulsel, Rabu (29/3).
Dalam kegiatan peresmian, Presiden Jokowi bersama Menhub dan sejumlah menteri
kabinet menjajal kereta api dari Stasiun Maros menuju Stasiun Ramang-Ramang, di
mana terdapat destinasi wisata alam bernama Ramang-Ramang. “Saya coba naik kereta
dari Maros ke Ramang-Ramang keretanya bagus dan nyaman,” ucapnya.
Presiden mengungkapkan, pemerintah akan terus membangun transportasi massal di
berbagai daerah untuk memperlancar konektivitas baik penumpang maupun barang,
antarwilayah provinsi, kota, serta kabupaten. “Kita sudah terlambat membangun
angkutan massal, akhirnya macet di semua kota. Makanya, angkutan massal harus
terus kita bangun, termasuk kereta api ini,” tuturnya.
Dengan hadirnya layanan angkutan kereta api di Sulawesi, diharapkan dapat melancarkan
pergerakan penumpang dan barang, mendukung potensi pariwisata, menyerap tenaga
kerja dan lapangan pekerjaan baru, serta mengembangkan UMKM sehingga mampu
memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing daerah.
Pada kesempatan yang sama, Menhub menjelaskan perkembangan proyek pembangunan
KA Makassar-Parepare. Dari total jalur sepanjang 157,7 km, sepanjang 142 km-nya
merupakan lintas utama dan 15,7 km siding track yang menghubungkan kereta api
dengan Pelabuhan Garongkong dan Pabrik Semen Tonasa.
“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa konektivitas antarwilayah di Sulawesi harus
ditingkatkan. Puji syukur hari ini Bapak Presiden berkenan meresmikan pengoperasian
kereta api lintas Maros-Barru,” ucap Menhub.
Hingga saat ini, telah terbangun jalur kereta sepanjang 118 km, di mana 90 km-nya
yaitu mulai dari Stasiun Maros sampai ke Stasiun Barru sudah siap dioperasikan dengan
melintasi 10 stasiun. Sarana yang akan digunakan pada jalur kereta api ini adalah Kereta
Rel Diesel Elektrik (KRDE) buatan dalam negeri dari PT INKA sebanyak 2 (dua) set
rangkaian dan mampu menampung 248 orang/rangkaian.
Kereta ini mampu melaju hingga 90 km per jam, sehingga memangkas waktu tempuh
dari Makassar menuju Parepare yang semula 3 jam menjadi 1,5 jam. Rencananya,
kereta ini akan dioperasikan 8 perjalanan per hari.
Nilai investasi pembangunan proyek KA Makassar-Parepare berjumlah Rp 9,28 triliun,
yang berasal dari APBN, pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha
(KPBU), serta pengadaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan
APBD.
70 Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
Pendidikan Kewarganegaraan

