Page 214 - Kewarganegaraan
P. 214
6.441.267 jiwa mengungsi, 409 jiwa meninggal dan hilang, serta 536 jiwa luka-
luka dengan kerugian ekonomi setiap tahunnya rata-rata mencapai 20 triliun rupiah
(Monardo, 2021). Hal ini menggambarkan bahwa betapa rawannya negeri kita terhadap
ancaman berbagai bencana alam. Gambar 1 menunjukkan Peta Indeks Risiko Bencana
Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2018 yang tertuang dalam buku Indeks Risiko
Bencana Indonesia Tahun 2018 (BNPB, 2018).
Gambar XIV. 4 Peta Indeks Risiko Bencana Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun 2018
(BNPB, 2018). Warna merah menunjukkan risiko tinggi, kuning risiko sedang, dan
hijau risiko rendah.
Ada kecenderungan bahwa pada tahun-tahun terakhir ini jumlah terjadinya bencana
alam di negeri kita meningkat. Tren bencana di Indonesia cenderung mengalami
peningkatan sepanjang tahun 2009 – 2019 (https://m.mediaindonesia.com, diakses
tanggal 30 Maret 2021). Terjadinya gempa bumi di Lombok tahun 2018, gempa bumi –
tsunami - liquifaksi di Palu tahun 2018, tsunami di Selat Sunda tahun 2018 dan gempa
bumi di Majene - Mamuju tahun 2021 adalah contoh dari bencana alam yang terjadi
akhir-akhir ini. Bencana-bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa, kerugian
ekonomi, kerusakan infra-struktur, kerusakan lingkungan, dampak sosial dan dampak
psikologis yang tidak kecil. Oleh karena itu, kepedulian, kewaspadaan dan kesiapan
dalam penanggulangan bencana harus kita tingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya
bencana-bencana sejenis di kemudian hari.
Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi 211
Pendidikan Kewarganegaraan

