Page 198 - Kewarganegaraan
P. 198
atau daerah memiliki tingkat ketahanan tertentu. Tinggi rendahnya ketahanan nasional
amat dipengaruhi oleh unsur-unsur ketahanan nasional itu sendiri, yang dalam pemikiran
Indonesia dikenal dengan Astagatra yang berarti delapan unsur, elemen atau faktor. Perlu
Anda ketahui, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI sebagai lembaga negara
yang mengembangkan konsep ketahanan nasional Indonesia, sudah membuat badan
khusus yang yang bertugas mengukur tingkat ketahanan Indonesia. Badan ini dinamakan
Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional, sebagai bagian dari Lemhanas RI. Untuk
menggali sumber lebih jauh, silakan Anda membuka website Lemhanas RI di http://www.
lemhannas.go.id. Informasi apa yang Anda peroleh?
4. Dinamika dan Tantangan Ketahanan Nasional
Pengalaman sejarah bangsa Indonesia telah membuktikan bahwa konsep ketahanan
nasional kita terbukti mampu menangkal berbagai bentuk ancaman sehingga tidak
berujung pada kehancuran bangsa atau berakhirnya NKRI. Setidaknya ini terbukti pada
saat bangsa Indonesia menghadapai ancaman komunisme tahun 1965 (ketahanan ideologi)
dan krisis ekonomi dan politik pada tahun 1997-1998 (ketahanan ekonomi dan ketahanan
politik). Sampai saat ini kita masih kuat bertahan dalam wujud NKRI. Bandingkan dengan
pengalaman Yugoslavia ketika menghadapi ancaman perpecahan tahun 1990-an.
Namun demikian, seperti halnya kehidupan individual yang terus berkembang,
kehidupan berbangsa juga mengalami perubahan, perkembangan, dan dinamika yang terus
menerus. Ketahanan nasional Indonesia akan selalu menghadapi aneka tantangan dan
ancaman yang terus berubah. Ketahanan nasional sebagai kondisi akan selalu menunjukkan
dinamikanya sejalan dengan keadaan atau kondisi objektif yang ada di masyarakat kita.
Untuk mengukur indeks ketahanan nasional, Lemhanas membuat kategorisasi ketahanan
nasional menjadi lima kategori, yakni; sangat tangguh, tangguh, cukup tangguh, kurang
tangguh, dan rawan (Daihani, 2019).
a. Kategori sangat tangguh mengandung arti bahwa apabila keuletan dan ketangguhan
bangsa berada pada kondisi sangat baik dan prima. Dalam kondisi ini, segenap TAHG
tidak akan menggoyahkan ketahanan nasional, bahkan dapat diubah menjadi peluang
(opportunity). Kondisi ini disebut juga sustainable
b. Kategori tangguh mengandung arti bahwa apabila keuletan dan ketangguhan bangsa
berada pada kondisi baik. Dalam kondisi ini, segenap TAHG dapat diatasi. Namun
harus tetap diwaspadai adanya TAHG berkepanjangan yang akan melemahkan stabilitas
dan integritas nasional. Kondisi ini lebih baik dari kondisi cukup tangguh, namun masih
berada di kelompok moderate dalam pemantapan menuju ke sustainable
c. Kategori cukup tangguh mengandung arti bahwa apabila keuletan dan ketangguhan
bangsa berada pada kondisi cukup memadai dalam menghadapi TAHG. Beberapa
kelemahan internal perlu segera diperbaiki agar TAHG tidak sampai melemahkan
stabilitas dan integritas nasional. Kondisi ini merupakan tahap awal dari kondisi
moderate
d. Kategori kurang tangguh mengandung arti bahwa apabila keuletan dan ketangguhan
bangsa berada pada kondisi lemah. Dalam jangka pendek negara masih dapat bertahan
dari berbagai TAHG. Namun apabila tidak ada perbaikan yang signifikan, maka dalam
jangka Panjang stabilitas nasional akan goyah. Kondisi ini disebut juga kondisi warning
e. Kategori rawan mengandung arti bahwa apabila kondisi dinamik berada pada kondisi
yang sangat lemah. Dalam kondisi ini ancaman sekecil apapun akan membahayakan
integritas, identitas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara. Kondisi ini disebut
juga alert.
Hasil kajian yang dilakukan Lemhanas menyebutkan bahwa indeks ketahanan nasional
Indonesia pada awal tahun 2019 dalam keadaan Cukup Tangguh, artinya berbagai dinamika
Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi 195
Pendidikan Kewarganegaraan

