Page 199 - Kewarganegaraan
P. 199

dapat diatasi dengan baik. Namun demikian, jika kita telaah lebih lanjut (secara parsial setiap
                    gatra), gatra ideologi dan gatra sosial budaya berada pada kategori “kurang tangguh”
                    atau berada dalam kondisi “warning” yang jika tidak segera dilakukan perbaikan yang
                    signifikan, maka dalam jangka panjang stabilitas nasional akan goyah (Daihani, 2019).
                        Dari berbagai variabel  dalam  indeks ketahanan  ideologi  dan ketahanan  sosial
                    budaya, terdapat dua variabel yang berada pada posisi “rawan”, yakni; variabel toleransi
                    dan variabel kerukunan sosial. Kedua variabel ini menjadi aspek yang mesti mendapat
                    perhatian. Kategori “rawan” bermakna “Apabila kondisi dinamik berada pada kondisi
                    yang sangat lemah, dalam kondisi ini ancaman sekecil apapun akan membahayakan
                    integritas, identitas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara, karena itu sering disebut
                    sebagai alert.
                        Silahkan buat kelompok dengan anggota 3-5 orang, kemudian diskusikan beberapa
                    hal. Kesatu, bagaimana tingkat ketahanan nasional Indonesia saat ini? Kedua, aspek/gatra
                    manakah yang menurut Anda memerlukan penyelesaian segera? Ketiga, strategi apakah
                    yang dapat  dilakukan  untuk menjadikan  ketahanan  nasional  Indonesia kuat?  Gunakan
                    berbagai literatur yang memuat informasi mengenai berbagai aspek astagatra. Literatur
                    yang digunakan dapat berasal dari dokumen yang dikeluarkan oleh lembaga resmi, hasil-
                    hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal ilmiah, dan lain sebagainya.

                 5.  Esensi dan Urgensi Ketahanan Nasional
                        Esensi dari ketahanan  nasional pada hakikatnya  adalah kemampuan  yang dimiliki
                    bangsa dan negara dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang spektrumnya semakin
                    luas  dan  kompleks  pada  saat  ini.  Hal  yang  menjadikan  ketahanan  nasional  sebagai
                    konsepsi khas bangsa Indonesia adalah pemikiran tentang delapan unsur kekuatan bangsa
                    yang dinamakan Astagatra. Pemikiran tentang Astagatra yang dikembangkan Lemhanas
                    menunjukan bahwa kekuatan nasional Indonesia dipengaruhi oleh delapan unsur, yakni
                    tiga unsur alamiah (tri gatra) dan lima unsur sosial (panca gatra). Konsepsi ketahanan
                    nasional dapat digambarkan sebagai berikut:


















                                         Gambar XIII.4  Konsepsi Ketahanan Nasional


                        Berbagai  model  ketahanan  dan kekuatan  nasional  pernah  dikembangkan  juga  oleh
                    Morgenthau,  Mahan,  dan  Cline  (Wantannas,  2018).  Dalam  bukunya  Politics Among
                    Nations: The Struggle for Power and Peace. Morgenthau dalam analisisnya menekankan
                    pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-negara lain. Dalam
                    hal ini, Morgenthau menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan  power
                    position dalam satu kawasan.
                        Alfred Thayer Mahan seorang konseptor geostrategi dalam The Influence of Seapower

                    on History mengatakan bahwa kekuatan nasional suatu bangsa tidaklah hanya tergantung
                    luas wilayah daratan, akan tetapi tergantung pula pada faktor luasnya akses ke laut dan


             196                                                  Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
                                                                                          Pendidikan Kewarganegaraan
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204