Page 194 - Kewarganegaraan
P. 194
Ketahanan Keluarga Fondasi Ketahanan Nasional - 9 Mei 2019
“Ketahanan keluarga merupakan fondasi ketahanan nasional karena keluarga se-
bagai sistem mikro, mempengaruhi sistem yang lebih besar yang ada dalam mas-
yarakat. Guru Besar Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga IPB Prof. DR. Euis
Sunarti, M.Si menyatakan keluarga sebagai unit sosial terkecil adalah penentu
kualitas hidup. “Kualitas hidup keluarga mencerminkan kualitas hidup bangsa.
Hal tersebut juga sejalan dengan ketahanan di keluarga mencerminkan ketahan-
an nasional”, ungkapnya.
“Ketahanan keluarga diimplementasikan seberapa keluarga memenuhi peran dan
tugasnya” tegas Euis ketika menjadi narasumber Round Table Discussion (RTD)
Direktorat Pengkajian Sosial Budaya dan Demografi Lemhannas RI dengan tema
“Revitalisasi Fungsi Utama Keluarga Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”,
Kamis (09/5), di Ruang Kresna, Gedung Astagatra Lantai 4.
Pembagian peran, fungsi, dan tugas masing-masing anggota keluarga sangat pent-
ing bagi ketahanan keluarga. Lebih lanjut Euis menjelaskan bahwa dibutuhkan
kebijakan makro yang dapat membuat keluarga menjalankan peran, fungsi, dan
tugas dengan tepat. Namun sekuat apapun pemerintah tidak mungkin sendirian da-
lam menghadapi masalah-masalah yang menghambat terciptanya keluarga yang
sejahtera. “Sangat penting mencurahkan perhatian terhadap pembangunan keluar-
ga di Indonesia terkait dengan berbagai hal terutama persoalan-personalan di era
global ini”, kata Euis.
Keluarga sebagai sistem mikro seharusnya mempengaruhi sistem lingkungan dan
sosial. Tetapi sangat disayangkan bahwa dalam prakteknya yang terjadi adalah
sebaliknya. Idealnya yang terjadi adalah keluarga menanamkan nilai-nilai seperti
cinta kasih, respek dan komitmen yang mampu menghasilkan lingkungan dengan
hubungan sosial yang harmonis. Selanjutnya hubungan sosial yang harmonis akan
menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, setelah itu diharapkan
akan terbentuknya ketertiban dan kesejahteraan sosial. Namun pada kenyataannya
adalah keluarga mudah terpengaruh dengan lingkungan dan terpapar hal-hal yang
dapat mengganggu bahkan hal-hal yang bias berdampak secara langsung.
Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi 191
Pendidikan Kewarganegaraan

