Page 187 - Kewarganegaraan
P. 187
b. Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar kemakmuran
rakyat apabila barang-barang itu tidaka ada atau belum dapat dihasilkan sendiri.
c. Meningkatkan perdamaian internasional karena hanya dalam keadaan damai, Indonesia
dapat membangun dan memperoleh syarat-syarat yang diperlukan untuk memperbesar
kemakmuran rakyat.
d. Meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksaan cita-cita yang tersimpul di
dalam Pancasila, dasar dan filsafat negara kita.
Dalam konteks kehidupan yang semakin mengglobal disertai terjadinya situasi
pergeseran kutub ekonomi dunia dan inkonsistensi konsepsi dan praksis ideologi yang
dianut negara-negara di berbagai dunia, kebijakan politik luar negeri bebas aktif tetap
relevan dan menemukan urgensi penerapannya.
Kita bisa melihat bagaimana pertentangan ideologi yang terjadi pada masa-masa
perang dingin menjadi semakin sumir saat ini. Cina yang berideologi komunis mengalami
peningkatan perekonomian dengan penerapkan cara-cara kapitalistik yang kental di bidang
ekonomi. Kemudian, Amerika Serikat yang dikenal sebagai mbah nya demokrasi terkesan
semakin mengedepankan ciri militeristik dan memiliki tendensi supremasi rasial di dalam
kehidupan sosial politiknya.
Oleh karena itu, penting bagi bangsa Indonesia yang telah memiliki kebijakan politik
luar negeri bebas aktif untuk mengambil peran dan berpartisipasi dalam pengaturan hal-
hal yang bersifat lintas negara agar dapat memajukan kepentingan nasional selaras dengan
dinamika kepentingan negara lain, dan tidak terkooptasi oleh kepentingan negara manapun.
4. Kiprah Indonesia dalam Pergaulan Internasional
Kiprah Indonesia dalam pergaulan internasional sudah tidak diragukan lagi. Berbagai
kegiatan berskala internasional yang melibatkan berbagai negara di belahan dunia
seringkali diikuti oleh Indonesia. Kehebatan diplomasi Indoesia di kancah internasional
menjadikan Indonesia memperoleh kepercayaan untuk menduduki posisi strategis di
kancah internasional. Salah satu bukti kehebatan Indonesia dalam diplomasi internasional
adalah ditetapkannya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan
Bangsa-Bangsa pada bulan Juni 2018 bersama Jerman, Afrika Selatan, Belgia, dan Republik
Dominika.
Ini bukanlah kali pertama Indonesia menduduki posisi sebagai Anggota tidak tetap
Dewan Keamanan PBB, sebelumnya Indonesia pernah menduduki posisi yang sama pada
periode 1973-1974, periode 1995-1996, dan periode 2007-2008. Posisi ini sangat strategis,
karena sebagai Dewan Keamanan PBB, Indonesia akan menjadi bagian dari proses
perumusan kebijakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional sesuai
mandat Piagam PBB. Selain itu, posisi tersebut juga dalam rangka mewujudkan salah satu
misi kebangsaan Indonesia, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Untuk melihat seperti apa kiprah Indonesia dan beberapa program yang akan dijalankan
ketika mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan strategis diantara negara-negara di
dunia, silahkan simak pemberitaan berikut.
184 Buku Ajar Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Pada Kurikulum Pendidikan Tinggi
Pendidikan Kewarganegaraan

